Aku mengangguk. Bokep Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku. Setahuku dia termasuk perempuan baik-baik, dan rumah tangganya pun kelihatan rukun-rukun saja. “Nanti dulu dong!” jawab Tante Ning. “Itu kado spesial dari Tante,” katanya lembut. Kebetulan di sini boleh dibilang cuma aku cowok yang dekat dengan dia. Kata Tante Ning,“Selama ini kamu baik sekali sama Tante. Maka, dia minta aku mencupang toketnya. Lebih-lebih saat itu Tante Ning mengenakan daster yang potongannya rada sexy.“Kadonya mana?” tanyaku tidak sabar. Aku mengangguk. Hari itu aku berulang tahun yang ke 17. Aku meminta maaf dan berusaha membujuk.




















