Setelah itu aku diantar pulang Pak Budi. Aku hanya terdiam menatap wajah PakBudi. Bokep Tangan beliau pun masih tetap meremas-remas susuku. Aku hanya tersenyum sekaligus kaget.Entah kenapa Pak Budi mengelus-elus rambutku yang masih basah, aku pun hanya terdiam karena kaget dan tak kuasa menolaknya. Beliau menawarkan kepadaku untuk berganti pakaian di rumahnya karena beliau mempunyai putri yang seusia denganku.Aku menerima tawaran beliau karena percaya kepadanya. Belum selesai dengan kenikmatan yang aku rasakan Pak Budi meneruskannya dengan menghisap susuku seperti bayi.Aku menggelinjang kenikmatan, ahhh birahiku semakin naik. Pak Budi membawakan aku piyama putrinya, beliau menyuruhku untukmengganti bajuku di kamar putrinya.




















