Nita pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”“Aahh.. Bokep hh.. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”“Ah, gampang! entah berapa kali. Oom Ryan ngeledek..!”Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Kami terengah-engah dalam posisi itu. Gantian.. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. uang Nita sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Gambar yang dibawa temen Nita di sekolah lebih serem.”Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Nita justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Nita terus menonton.




















