Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman. dengan segera kami memakai pakaian kami dan segera berlari ke ruang tamu.Aaaahhhh gagal.Dari tamu, kami melihat keluar jendela, dan ga ada satupun pun yang bertamu. Bokep Kamu pikir apalagi? tapi disaat aku membutuhkan mereka, mereka seperti males-malesan. Kami saling pagut bibir dan bertukar air liur. Dan lancar.Mmmmpppphhhh nikmat banget rasanya, tapi kali ini Damar mempercepat kocokannya. tapi selalu meleset. Dia mau ambil jaketnya yang tertinggal.” Jawabnya.“Gak liat aku kan?”“Enggak.”Tanpa menunggu lama lagi, aku nungging dengan sedikit berdiri karena bertumpu pada bak air yang tinggi sedadaku. Ooooogghhghh Damaaarrrr.”Damar ikut bergoyang meski dia yang sedang berada di bawah, dia menghentakan pinggulnya keras-keras sampai mentok dan rasanya terasa seperti kena ulu hatiku.




















