Segera aku menyingkir dari meja sambil menjawab telepon. Bokep Kini wajah kami berhadapan dekat, dengan Revy dalam pangkuan. and what about Heru? Huh…pede sekali, tapi memang harus kuakui…. Saya hanya bisa memandangi mata Revy yang mulai berkaca-kaca saat kembali ia berkata, “Maybe I don’t love him as much as I love you, but he is real for me, Ryo…… And you seems just like a dream for me”, Revy terdiam sejenak, “…and I can’t live in dreams. Katanya berjalan dengan tunangannya itu adalah jalan-jalan serius, dinner di tempat-tempat yang serius (maksudnya formal kali yah?), membicarakan hal-hal yang serius.




















