Perlahan kubimbing Mba’ Erna mencapai puncaknya, hingga akhirnya…“ Oughhhhhhhhhhhhhhh…. Bokep pikirkan dulu, saya satu-satunya kesempatan, bila Mba’ Erna tidak memakai saya, seumur-umur Mba’ Erna nggak akan pernah mencapai klimaks lagi ”, ucap saya terus menghasutnya.Saat itu Mba’ Erna terdiam sebentar, saya senang dan berpikir dia mulai termakan rayuanku, namun,“ sekali tidak ya tidak, kamu ngerti nggks sih ??? Saya-pun cepat-cepat membuka pintu.“ Wah… sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja deh ”,ucap mas Mas Andy akan pergi lagi.“ Enggak kog Mas, saya sudah bangun nih ”, ucapku berusaha mencegah Mas Andy pergi.“ Gangguin tidur kamu nggak ? ”, tanya saya lembut penuh sesal.Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan




















