Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Ica nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Bokep Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Ica menggelontor bibirku bertubi-tubi. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan puntingnya yang masih mengencang besar. “Baik Ica” jawabku singkat. Gila besar sekali” puji Ica dan setelah itu langsung saja mulutnya yang tipis mulai mendarat di batang kemaluanku. “Sayaang.. Dandy.. ” sambil menjawab Ica mengulurkan tangannya.“Kenalin ini temanku Dony,” sambil mengenalkan temanku. “Oo gitu, oke sapa takut” tantang ku.“Oke deh Mas, sampai besok” seiring kata itu HPnya langsung dimatikan.Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan




















