“Ah..” pikirku lagi, “Nanti malah kena AIDS atau HIV. Wah hebat. Bokep Penis andalanku sudah menyemprot dengan derasnya. Dan tiba-tiba saja perasaanku seperti melayang. apa Bapak setuju?” “Wah… ini toh yang namanya terapi seks. Aku terjungkal dan terbanting ke aspal di siang bolong. Lalu dengan sorot mata tajam ia memandangku serta berkata, “Pak Kuntoro, saya rasa sebaiknya kita bisa mengadakan terapi seks sekarang juga.Di sebelah sana ada ranjang yang bisa Bapak gunakan untuk itu… Di sana saya akan menguji ketahanan Bapak untuk tidak berejakulasi selama beberapa menit… kalo memungkinkan nanti kita bisa berhubungan intim guna proses penyembuhan lebih lanjut. Ternyata dua menit berlalu. Penisku tidak bisa berdiri. Sementara tanganku diperbolehkan meraba apa saja yang ada di tubuhnya.Setelah kocokannya mulai menampakkan hasil, ia pun menunduk




















