Beberapa saat setelah kutolak, malah aku yang lalu merapatkan tubuhku ke tubuhnya. Aku agak takut juga, namun tidak kuperlihatkan. Bokep Di ranjang yang biasanya aku tiduri dengan suamiku ini, aku serahkan kehormatanku sebagai istri kepada Pak Oding bulat-bulat. Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga. Aku maklum, sebab sebagai laki-laki normal, Pak Oding tentu juga memiliki nafsu dan keinginan, namun aku tidak mungkin berselingkuh dengan pembantuku. Saya kan istri Bapak, majikan kamu?” kataku. Dengan sukarela, malam itu aku disenggamai oleh Oding. Sebagai pengusaha, ia ingin kudampingi sehingga tidak merepotkannya untuk pulang pergi ke Padang menemuiku.




















