Saya langsung meluncur kembali ke dalam ruangan Dina. Dean sedang duduk di tempat tidur menunggu kami.“Selamat siang pak.” Sapa Dina Mr. Bokep Dean memanggil saya ke kantornya.“San, bulan depan kita ingin produksi sinetron baru. !!” Deni menangis dari dalam ruangan.Saya segera bergegas meninggalkan Dina dan ke dalam kamar.“Ya Pak, apa itu? Saya sedang menunggu di mas kantor. Pasti bos saya suka kasih banyak, dan Anda pasti diterima.” Cerita produser film Sex LustDina pujian atas itu membuat pacarnya begitu sedikit bertele-tele, tp saya hanya mengabaikannya.“Ayo Din, langsung memasuki ruang audisi ka menulis. Besok Rabu sore di 2 ya. Ini benar-benar menyakitkan.”
“Sayang Maaf, Anda meqi abisnya sangat sempit, sehingga masuknya keras.




















