Aku hanya tersenyum mendengar Dina mengatakan itu. Bokep Eh”jawabku gugup. “Selamat malam Om, Tante dan juga Ananda” tegurku sopan. Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. “Tangan kamu halus banget sih” kataku menambahkan. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. Setelah aku menyanyikan beberapa lagu dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari pengunjung malam itu. Suasana cafe malam itu sangat special buat diriku, karena kedatangan orang yang sering aku khayalkan setiap saat di tempat yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi. Terima kasih atas kepercayaan yang Om berikan”jawabku kemudian. “Oh.. Eh”jawabku gugup. Cerita




















