Kami tinggal di Denpasar, Bali. Hari pertama tak ada yang terjadi alias biasa-biasa saja, namun masuk hari kedua, saya mulai mencium ada yang tak beres antara suamiku dengan mbak Sally. Bokep Aku langsung saja mandi, kemudian membangunkan suamiku. Selesai bersihkan rumah, aku segera menyiapkan sarapan pagi. 45 menit berlalu, aku merasa semakin tidak nyaman menunggu giliranku di salon. Suamiku dan kedua tamu kami masih terus ngobrol.Tengah malam, saya gak tahu jam berapa, saya merasa haus sehingga bangun. Perasaanku semakin tidak karuan sehingga aku meminta sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter. Suamiku belum ada di sampingku. “O ya mas, rencananya hari ini mau kemana?” tanyaku sambil menatap suamiku. Aku begitu liar, rasioku hilang. Soalnya sudah terlanjur janjian untuk creambath dengan salon langganan kami”.




















