Tanpa sadar aku menjepit kepala mang Narko dengan kedua pahaku.Sementara kesepuluh jemariku mencengram erat kain seprey. Aku cuma mau melindungi nona kita dari para lelaki iseng”“Dari mana kakang tahu kalau mereka itu lelaki iseng?”“Ya dari nganu…eng..yaa itu!” ujar mang Narko tak bisa menjemukan jawaban yg pasti.“Itu! Bokep Pokoknya aku sudah mengingatkan!. Mbak jamin ndak bakalan hamil kok” ujar mbak Siti kembali menenangkanku.Sepertinya ia memang selalu mengerti akan kekuatiranku sekaligus mampu membuat hatiku tenang.“Kang! “Mbakk.. Duhh! Rasa ingin tahuku sungguh setimpal dengan resiko yg kuambil. Tubuhku seakan melambung ke atas gumpalan awan. Mang Narko banyak melakukan hal-hal baru kali ini.




















