Tidak berasa memang. Video bokep Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sampingku. Luar biasa …,” bisiknya, memandang kepadaku. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. Meremas pangkal dadanya. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Biar bisa tidur lelap. “Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Aku gemetar. Tentu saja dengan mata terpejam. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Sangat pelan. Tetap memejamkan matanya.Aku makin berani. Tapi bukan itu alasannya. Tapi kepepet sih, harus cari upa (”cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku.“huuuuu,”




















